Peranan Koperasi Terhadap Perekonomian Indonesia
Usaha kecil, Menengah dan Koperasi (UKMK) merupakan kelompok usaha ekonomi yang penting dalam perekonomian indonesia. Hal ini disebabkan, usaha kecil menengah dan koperasi merupakan sektor usaha yang memiliki jumlah terbesar dengan daya serap angkatan kerja yang signifikan. Oleh karena kesenjangan pendapatan yang cukup besar masih terjadi antara pengusaha besar dengan usaha kecil, menengah dan koperasi (UKMK), pengembangan daya saing UKMK, secara langsung merupakan upaya dalam rangka peningkatan kesejahteraan rakyat banyak, sekaligus mempersempit kesenjangan ekonomi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengusaha besar hanya 0,2% sedangkan Pengusaha Kecil, menegah dan koperasi mencapai 99,8%. Ini berarti jumlah usaha kecil, menegah dan koperasi mencapai hampir 500 kali lipat dari jumlah usaha besar. Persoalannya kontribusi UKMK terhadap PDRB, hanya 39,8%, sedangkan usaha besar mencapai 60,2%.
Terhadap pertumbuhan ekonomi, usaha kecil, menengah dan koperasi hanya memberikan kontribusi sebesar 16,4% sedangkan usaha besar 83,6%. Berdasarkan penguasaan pangsa pasar, usaha kecil, menengah dan koperasi hanya menguasai pangsa pasar sebesar 20% (80% oleh usaha besar). Hal tersebut menunjukkan dua sekaligus, yaitu super kuatnya sektor usaha besar dan teramat lemahnya sektor UKMK. Keberadaan UKMK sebagai tulang punggung perekonomian kota menjadi perhatian khusus.
Saat krismon melanda kita tahun 1997, Pak Habibie pada waktu itu masih Presiden, sangat tergugah untuk menengok kepada usaha mikro, menengah dan koperasi untuk diberdayakan. Karena pada saat itu banyak usaha besar terpelanting dan bangkrut. Di Bali ada seorang karyawan hotel karena di PHK terpaksa jadi petani rumput laut.
Pak Habibie atas nama pemerintah menggagas bahwa kita perlu membentuk lembaga keuangan non bank yang khusus untuk memberdayakan UMKMK. Apalagi setelah krisis berjalan banyak pengangguran karena banyaknya PHK secara besar-besaran. Maka pada 1 Juni 1999, berdirilah PNM, sebagai konsep masyarakat madani. Di lain pihak PNM juga terinspirasi oleh Permodalan Nasional Berhad di Malaysia.
Jadi, kehadiran PNM tidak lepas dari upaya pemerintah untuk mengatasi dampak krisis ekonomi karena banyaknya pengangguran dan kemiskinan.
Secara spesifik apa yang membedakan PNM dengan perbankan?
PNM berbeda dengan perbankan. Pembiayaan yang dilakukan PNM lebih difokuskan pada UMKMK yang belum bankable tetapi sudah feasible, yang umumnya berupa sektor informal yang sangat potensial dalam menciptakan lapangan kerja. Dalam masa krisis lalu, sektor UMKMK mampu menjadi penyangga perekonomian nasional disaat perusahaan besar banyak mengalami kesulitan.
Kondisi ini telah menyadarkan banyak pihak betapa pentingnya perhatian yang lebih serius terhadap sektor usaha yang menjadi tumpuan hidup bagi sebagian masyarakat. Oleh karena itu peranan PNM semakin penting dalam membantu UMKMK, baik melalui pembiayaan maupun jasa manajemen.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar