Jumat, 09 April 2010

bunga bangkai

Bunga bangkai atau bunga Rafflesia Arnoldi dikenal sebagai bunga majemuk terbesar di dunia. Bunga bangkai menghasilkan bau seperti bangkai yang membusuk, yang bertujuan untuk menarik kumbang atau lalat agar datang dan membantu penyerbukannya. Bunga ini hidup di daerah hutan hujan basah. Tumbuhan ini memiliki dua fase di dalam hidupnya, yaitu fase vegetatif dan fase generatif. Pada saat fase vegetatif daun dan batangnya tumbuh sempurna, dengan tinggi bisa mencapai 6 m. Setelah beberapa waktu oragan vegetatif ini akan layu, apabila cadangan makanan di umbi mencukupi dan lingkungan mendukung bunga majemuknya akan muncul. Tetapi jika cadangan makanan kurang,maka akan tumbuh kembali daunnya. Bunga yang besar dan tinggi ini biasanya mekar dalam waktu seminggu, kemudian layu. Apabila pembuahan terjadi, akan terbentuk buah-buah berwarna merah dengan biji di pada bagian bekas pangkal bunga. biji-biji ini dapat ditanam. Setelah bunga masak, seluruh bagian generatif layu. Pada saat itu umbi mengempis dan dorman. Apabila mendapat cukup air, akan tumbuh tunas daun dan dimulailah fase vegetatif kembali. Menurut Holif, bunga bangkai atau yang di kenal dalam bahasa latin Amorphopallus Tinanum yang berarti tongkat ‘Dewa Titan’ punya kelebihan dan manfaat cukup banyak. Di antaranya bunga tersebut mengandung karbohidrat yang sangat tinggi. Bunganya juga bisa untuk berbagai obat sakit perut, serta getahnya bisa untuk merekatkan luka-luka luar, bahkan mengandung vitamin A dan B sangat tinggi sekali. Selain itu, tepungnya terasa sangat halus dan subur akan karbohidrat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar